Jejeran toko pembuat tato tersebar di penjuru kota Colorado, Amerika Serikat. Namun, seperti fakta yang dilansir dari laman 9News, seperti ditulis Minggu (11/1/2015), toko penghapus tato juga semakin marak tersebar di kota ini.
Read more ...
Breaking News
Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Monday, January 12, 2015
Friday, January 2, 2015
Jokowi Buka Pembukaan Perdagangan Saham di Gedung BEI
Warta Kepo - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Presiden ke-7 ini pun didampingi sejumlah pejabat negara untuk membuka perdagangan saham termasuk pejabat OJK.
Read more ...
Sering Konsumsi Rokok Bikin Penduduk RI Miskin
Warta Kepo - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyatakan, rokok menjadi salah satu komoditas yang membuat penduduk Indonesia miskin.
Read more ...
Tuesday, December 23, 2014
Karena Tak Sanggup Bayar Utang, Mandala Air Ajukan Pailit
Maskapai penerbangan nasional, PT Mandala Airlines, mengajukan permohonan pailit. Permohonan itu didaftarkan di Pengadilan Niaga (PN) Jakarta Pusat pada 9 Desember 2014.
Read more ...
Thursday, December 18, 2014
5 Mata Uang Asia yang Ikut Terpuruk Bareng Rupiah
Nilai tukar rupiah tampak terus melemah dengan laju yang sangat cepat dalam sepekan terakhir hingga pada perdagangan kemarin sempat menyentuh level 12.937 per dolar AS. Rupiah ternyata bukan satu-satunya mata uang yang menjadi korban keperkasaan dolar mengingat beberapa mata uang lain di Asia juga ikut mengalami pelemahan cukup parah.
Read more ...
Wednesday, December 3, 2014
Dana Investor Bursa Tembus Rp 51 Triliun
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah capital inflow atau dana investor asing yang masuk ke pasar saham di Indonesia mencetak jumlah tertinggi dalam sejarah.
Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengungkapkan pencapaian tersebut tidak terlepas dengan kondisi pulihnya Indonesia pasca gonjang ganjing situasi pemilihan umum lalu.
"Dari data terahir, jmlah pembelian investor asing sudah hampir Rp 51 triliun, tahun ini merupakan rekor baru pasar modal Indoensia dalam hal pembelian saham investor asing di pasar sekunder," kata Ito di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (3/12/2014), seperti dilansir dari Liputan 6.
Sayangnya Ito tidak dapat mengungkapkan di sektor saham apa yang paling dominan dari para investor asing yang masuk ke pasar saham Indonesia.
Hal itu dilanjutkan Ito bertolak belakang dengan pencapaian target BEI tentang pencatatan saham perdana (IPO) perusahaan di tahun 2014 yang tidak tercapai.
Pada tahun ini, BEI mentargetkan sebanyak 30 perusahaan dapat melantai di bursa di tahun politik ini, namun hingga saat ini baru sebanyak 23 perusahaan.
"Hal itu ya akibat situasi politik di Indonesia yang kemudian banyak perusahaan menunda IPO, sebenarnya banyak yang minat mau IPO," paparnya.
Ito menambahkan dengan situasi Indonesia pasca pemilu yang akan jauh lebih baik, dirinya yakin pasar bursa saham Indonesia ke depan akan turut berkembang.
Hal itu diwujudkan dengan kenaikan target jumlah IPO perusahaan menjadi 32 perusahaan, meski hal itu diturunkan oleh OJK dari sebelumnya 35 perusahaan.
Read more ...
Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengungkapkan pencapaian tersebut tidak terlepas dengan kondisi pulihnya Indonesia pasca gonjang ganjing situasi pemilihan umum lalu.
"Dari data terahir, jmlah pembelian investor asing sudah hampir Rp 51 triliun, tahun ini merupakan rekor baru pasar modal Indoensia dalam hal pembelian saham investor asing di pasar sekunder," kata Ito di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (3/12/2014), seperti dilansir dari Liputan 6.
Sayangnya Ito tidak dapat mengungkapkan di sektor saham apa yang paling dominan dari para investor asing yang masuk ke pasar saham Indonesia.
Hal itu dilanjutkan Ito bertolak belakang dengan pencapaian target BEI tentang pencatatan saham perdana (IPO) perusahaan di tahun 2014 yang tidak tercapai.
Pada tahun ini, BEI mentargetkan sebanyak 30 perusahaan dapat melantai di bursa di tahun politik ini, namun hingga saat ini baru sebanyak 23 perusahaan.
"Hal itu ya akibat situasi politik di Indonesia yang kemudian banyak perusahaan menunda IPO, sebenarnya banyak yang minat mau IPO," paparnya.
Ito menambahkan dengan situasi Indonesia pasca pemilu yang akan jauh lebih baik, dirinya yakin pasar bursa saham Indonesia ke depan akan turut berkembang.
Hal itu diwujudkan dengan kenaikan target jumlah IPO perusahaan menjadi 32 perusahaan, meski hal itu diturunkan oleh OJK dari sebelumnya 35 perusahaan.
Subscribe to:
Posts (Atom)



