Breaking News

Wednesday, January 7, 2015

Bayi Kembar Ibu Ini Ternyata Beda Ayah

Meski berada dalam satu masa kandungan, sepasang bayi kembar bisa menjadi saudara tiri. Mungkinkah bayi kembar memiliki ayah berbeda?
Yang artinya sang ibu mengandung dua bayi dalam waktu bersamaan dari hasil hubungan dengan dua pria berbeda. Rasanya memang mustahil, tapi kasus semacam itu nyata terjadi di sejumlah negara.

Seperti dilansir dari chinadaily.com.cn, kasus itu dialami seorang pengusaha bernama Zhou Gang dari Yiwu provinsi Zhejiang, China. Hasil uji deoxyribo nucleic acid(DNA) menyatakan, 99 persen bayi kembarnya memiliki ayah berbeda. "Dari sekian banyak pria di dunia, mengapa ini terjadi pada saya. Saya sangat syok," ujarnya.

Zhou melakukan tes itu pada 2014 silam, saat bayi kembarnya berusia 3 bulan. Meskipun senang karena kelahiran bayi kembarnya, Zhou menjadi curiga karena si kembar tampak berbeda. Dirinya melihat ciri fisik bayinya yang sangat tak identik. Bayi kembar yang lahir pertama kali memiliki kelopak mata ganda dan tidak seperti ras mongoloid, kulitnya pun berbeda. Sedangkan bayi kembar yang terakhir memiliki wajah seperti Zhou.

Menyusul hasil tes itu, sang kekasih simpanan akhirnya mengaku pernah berselingkuh dan berhubungan intim dengan pria lain sesaat sebelum hamil. Zhou mungkin mendapat balasan dan imbas karena telah berselingkuh dari istrinya.

Zhou cukup beruntung karena akhirnya sang istri memaafkan perselingkuhannya dan bersedia menerima dua bayi kembarnya.

"Hati-hati untuk memulai perselingkuhan, lihatlah apa yang terjadi pada saya. Pikirlah masak-masak tentang konsekuensi yang harus ditanggung, karena hal teraneh bisa saja terjadi ketika kamu mengharapkan yang terakhir," kata Zhou.

Dr Lee dari Chengshan Apple Daily mengatakan, kasus semacam itu mungkin terjadi ketika wanita yang tengah berada pada masa ovulasi menghasilkan beberapa sel telur matang. Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, wanita itu kemudian berhubungan intim dengan sejumlah pria berbeda. Sebab, sel telur yang sudah matang bisa bertahan di saluran falopi selama 48 jam.

Dunia medis menyebut kasus semacam itu sebagai heteropaternal superfecundation. Meski mungkin terjadi, tapi sangat jarang.

Sebenarnya hal semacam ini cukup umum terjadi pada hewan tapi tidak diketahui seberapa wajar ini terjadi pada manusia. Hanya 1 dari 12 pasangan kembar di seluruh dunia memiliki ayah yang berbeda. Sumber lain bahkan mengatakan 1 dari 13.000, jadi ada perbedaan besar untuk rasio kemungkinannya.

Seorang wanita harus mengeluarkan dua sel telur di satu siklus untuk memiliki peluang mendapatkan anak kembar. Ini bisa terjadi pada wanita manapun meski sebagian wanita memiliki peluang lebih besar dari wanita lain. Sekitar 1 dari 80 kelahiran adalah kelahiran kembar. Setelah dua sel telur dilepaskan, keduanya perlu dibuahi dan ditanam di uterus. Jika semua berjalan lancar, setelah 7 hingga 9 bulan, bayi kembar akan lahir.

Tentu saja dua orang pria yang berbeda harus dilibatkan untuk setiap janin kembar dengan ayah yang berbeda. Kedua ayah berkontribusi dalam jangka waktu lima hari di waktu yang tepat di siklus subur si ibu. Hal ini menjadi mungkin terjadi karena sperma bisa bertahan selama 5 hari di tubuh wanita.

Dalam sebuah diskusi kesehatan di Amerika dipaparkan kasus seorang wanita kulit putih yang melakukan hubungan intim dengan pria kulit putih dan kulit hitam dalam waktu hampir bersamaan. Hubungan ekstramaritalitu menghasilkan bayi kembar yang tidak identik. Satu bayi berkulit putih, sementara kembarannya memiliki jenis kulit percampuran ras kulit putih dan hitam.

Sungguh ajaib ya bagaimana DNA bekerja di dalam hidup seseorang.

No comments:

Post a Comment

Designed By Blogger Templates